iNews Solok – Solok antisipasi El Nino 2026 dengan menyiapkan langkah strategis di sektor pertanian. Pemerintah daerah di Solok bergerak cepat untuk mengurangi dampak kekeringan yang berpotensi mengganggu produksi pangan dan kesejahteraan petani.

Dinas terkait menyusun berbagai program mitigasi, mulai dari pengelolaan sumber daya air hingga perbaikan infrastruktur irigasi. Petugas lapangan juga aktif memberikan pendampingan kepada petani agar mereka mampu menghadapi perubahan iklim yang ekstrem. Upaya ini bertujuan menjaga produktivitas pertanian tetap stabil meskipun terjadi penurunan curah hujan.
Solok antisipasi El Nino dengan mendorong petani menyesuaikan pola tanam. Mereka diarahkan memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan serta mengatur jadwal tanam sesuai kondisi cuaca. Langkah ini dinilai efektif untuk meminimalkan risiko gagal panen.
Baca Juga : Mutasi Polda Sumbar Asphari Jadi Kasatlantas
Selain itu, pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan instansi pusat dan lembaga terkait untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala. Informasi ini kemudian disampaikan kepada petani agar mereka dapat mengambil keputusan yang tepat di lapangan.
Pemerintah juga mengoptimalkan peran kelompok tani sebagai ujung tombak penyebaran informasi dan pelaksanaan program. Melalui kerja sama yang solid, petani dapat saling berbagi pengalaman dan solusi dalam menghadapi dampak El Nino.
Pemerintah tidak hanya berfokus pada pencegahan, tetapi juga kesiapan menghadapi kemungkinan terburuk. Pemerintah menyiapkan langkah darurat jika terjadi kekeringan berkepanjangan, termasuk bantuan air dan dukungan logistik bagi petani terdampak.
Dengan berbagai upaya tersebut, Solok berharap sektor pertanian tetap tangguh menghadapi tantangan iklim. Langkah antisipatif ini menjadi kunci menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat pedesaan.






