Solok – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,7 mengguncang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada pukul 14:30 WIB, Minggu (10/12). Pusat gempa terdeteksi berada di kedalaman 10 kilometer dengan koordinat 0.5°LS, 100.8°BT, sekitar 30 kilometer arah barat daya Kota Solok. Kronologi Kejadian
Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi pada siang hari ini berlangsung sekitar 5 detik dengan guncangan yang cukup kuat di pusat Kota Solok dan beberapa daerah sekitarnya. Beberapa warga melaporkan getaran keras yang disertai suara gemuruh, yang menambah kekhawatiran.
“Gempa terasa sangat kuat, beberapa barang di rumah saya jatuh dan hampir menimpa kami. Kami langsung lari keluar rumah,” ujar salah seorang warga Solok, Rina, yang tinggal di kawasan Tanjung Harapan, yang berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat gempa.
Warga di berbagai titik yang terkena dampak seperti Kota Solok, Kecamatan Lembah Gumanti, dan Kecamatan Sungai Pagu melaporkan kejadian ini melalui media sosial, dengan banyak yang mengungkapkan rasa panik. “Kami langsung keluar rumah, takut ada gempa susulan,” ujar Dedi, warga lainnya.
Gempa bumi berkekuatan Kerusakan Bangunan dan Infrastruktur

Baca Juga : Gubernur Sulsel Kirim 100 Nakes-Rp 1 Miliar Bantu Penanganan Bencana di Aceh
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok melaporkan adanya sejumlah kerusakan bangunan akibat gempa ini. Beberapa rumah warga mengalami kerusakan pada atap dan dinding, terutama di wilayah yang dekat dengan pusat gempa. Sejumlah fasilitas umum, seperti sekolah dan rumah ibadah, juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan, seperti retakan pada dinding dan plafon yang pecah.
“Di beberapa titik, terutama di kawasan Lembah Gumanti, kami menemukan retakan pada bangunan dan beberapa tiang listrik tumbang,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Solok, Yusri Nurdin. “Meski kerusakannya tidak terlalu besar, kami segera melakukan pendataan dan memastikan tidak ada korban jiwa.”
Selain itu, gempa ini juga memicu kerusakan pada infrastruktur jalan. Di beberapa titik, terutama di jalan-jalan perbukitan yang rawan longsor, terjadi tanah longsor yang menutup akses jalan utama. “Kami langsung mengerahkan tim untuk membuka kembali jalan yang terhalang tanah longsor, dan kami berharap kondisi ini bisa segera membaik,” tambah Yusri.
Tidak Ada Potensi Tsunami
Meskipun gempa ini cukup terasa, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. “Gempa ini berada di daratan dan memiliki kekuatan yang tidak cukup besar untuk memicu gelombang tsunami,” jelas Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padang, Ahmad Yani. Namun, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi dalam beberapa jam ke depan.
Respons Pemerintah dan Tim Relawan
Pemerintah Kabupaten Solok, bersama dengan tim relawan dan BPBD, segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi kerusakan dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
“Tim kami sudah bekerja untuk mendata kerusakan, terutama di daerah-daerah yang terdampak lebih parah. Kami akan memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan, dan memastikan pelayanan kesehatan berjalan normal,” kata Bupati Solok, Epyardi Asda, dalam keterangannya.
Sementara itu, sejumlah sekolah dan instansi pemerintah setempat meminta warganya untuk tetap tenang dan menjauhi bangunan yang rusak. Pihak sekolah juga segera mengevakuasi siswa-siswi untuk sementara waktu hingga situasi kembali aman.
Warga Diharapkan Tetap Waspada
Meskipun gempa ini tidak menimbulkan korban jiwa, pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama terkait kemungkinan gempa susulan. BMKG juga meminta masyarakat di sekitar Solok untuk selalu mengikuti informasi resmi terkait cuaca dan geofisika yang dapat mengindikasikan adanya potensi ancaman lebih lanjut.
“Jika Anda merasakan gempa kembali, segera keluar dari bangunan dan cari tempat yang aman. Jangan panik dan hindari bangunan yang sudah terdeteksi mengalami kerusakan,” imbau BMKG dalam pengumumannya.
Sejarah Gempa di Wilayah Sumatera Barat
Solok dan sebagian besar wilayah Sumatera Barat terletak di sepanjang jalur sesar aktif, yaitu pertemuan antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia yang memicu terjadinya gempa bumi secara berkala. Pada bulan September 2009, gempa besar juga mengguncang Padang dan sekitarnya, yang menyebabkan kerusakan parah dan ratusan jiwa melayang.
“Wilayah Sumatera Barat memang rawan gempa, dan kami sudah memperingatkan masyarakat untuk selalu siap dengan langkah-langkah evakuasi yang tepat,” ujar Kepala BPBD Provinsi Sumatera Barat, Zulfirman.
Penutup
Pemerintah Kabupaten Solok dan BPBD terus melakukan evaluasi dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Badan Geofisika, Pemkab Solok, dan berbagai lembaga terkait akan terus memantau kondisi di lapangan dan memberikan bantuan serta informasi terbaru kepada masyarakat.
