Solok – Penemuan Kerangka seorang petani warga Tanjung Harapan, Solok, mencium bau busuk saat mencari rumput di lahan kosong di belakang Gedung DPRD Kota Solok, dan menemukan kerangka manusia lengkap dengan pakaian dinas Linmas, celana jins, dan ikat pinggang
Penemuan ini langsung membuat geger warga sekitar, karena lokasi temuan berada tidak jauh dari gedung pemerintahan lokal, menimbulkan pertanyaan atas asal-usul dan penyebab kematian korban
Kasat Reskrim Polres Solok Kota, Iptu Oon Kurnia Illahi, membenarkan laporan tersebut dan menyebutkan bahwa polisi segera dikerahkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)
Sesuai prosedur, polisi bersama aparat lokal dan RT menyisir lokasi dan mengevakuasi kerangka tersebut menuju Rumah Sakit M. Natsir Solok untuk proses pemeriksaan forensik dan identifikasi
Di rumah sakit, kerangka manusia dibersihkan dari pakaian dan ikat pinggangnya kemudian dilakukan pemeriksaan Visum et Repertum oleh tim medis

Baca Juga : Hadapi eMonev KIP 2025, Pemkot Solok Gelar Pendampingan Admin PPID
Berdasarkan identifikasi forensik awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tengkorak maupun bagian tubuh lainnya, menunjukkan kematian bukan karena kriminalitas langsung
Setelah proses visum selesai, pihak keluarga datang ke rumah sakit dan melaporkan bahwa salah satu kerabatnya, bernama Deswinto (atau Deswanto), telah menghilang sejak sekitar 24 tahun lalu
Identitas korban akhirnya dipastikan oleh keluarga melalui pakaian dan perlengkapan yang dikenali, termasuk seragam Linmas dan ikat pinggang yang ini
Korban merupakan pria berusia sekitar 48–49 tahun, warga Kampung Jawa, Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok
Menurut keluarga, Deswinto telah mengalami gangguan kejiwaan sejak tahun 2000 jiwa ini
Penemuan ini secara tidak langsung menutup pencarian panjang keluarga yang selama puluhan tahun tidak mengetahui nasib Deswinto
Integrasi informasi dari saksi, forensik dan keluarga menjadi kunci utama dalam memahami kronologi peristiwa sebelum kematian korban terjadi
Polisi juga perlu memeriksa catatan gangguan jiwa dan aktivitas kesehatan korban untuk mencari kemungkinan penyebab kematian alami atau kecelakaan ringan






