Solok – Polda Sumut ungkap Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) berhasil mengungkap kasus kejahatan lintas provinsi yang melibatkan komplotan pencuri bermodus ganjal ATM.
Komplotan ini menggunakan modus lama namun masih efektif, yakni mengganjal mesin ATM dengan alat tertentu untuk menjebak kartu korban.
Setelah kartu ATM tertahan, pelaku yang berpura-pura sebagai warga sipil akan menawarkan bantuan kepada korban.
Dengan berpura-pura membantu, pelaku kemudian mengintip atau menanyakan PIN korban secara halus.
Ketika korban pergi meninggalkan lokasi, pelaku lalu mengambil kartu yang tertahan dan menguras isi rekeningnya.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, menyebut bahwa kasus ini terbongkar setelah adanya laporan dari beberapa warga yang menjadi korban dalam beberapa minggu terakhir.
Petugas langsung membentuk tim khusus untuk menyelidiki pola kejahatan ini.
Setelah melakukan pengamatan dari rekaman CCTV dan keterangan para saksi, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku.
Penangkapan dilakukan di beberapa titik berbeda di Kota Medan dan juga di luar Sumatera Utara.
Para pelaku diketahui berasal dari luar provinsi dan telah melakukan aksi serupa di beberapa kota seperti Pekanbaru, Palembang, bahkan hingga Jakarta.

Baca Juga : Pemkab Solok percepat penurunan stunting
Satu orang bertugas mengganjal mesin ATM, dua orang sebagai pengalih perhatian korban, satu sebagai pengemudi, dan satu lainnya sebagai pengatur strategi.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti kartu ATM milik korban, alat untuk mengganjal mesin ATM, dan sejumlah uang tunai hasil kejahatan.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa komplotan ini sudah beraksi sejak awal tahun 2024.
Mereka memilih mesin ATM yang berada di tempat sepi atau minim pengawasan.
Untuk mengelabui korban, pelaku berpakaian rapi dan bertutur sopan agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Polisi juga menemukan fakta bahwa para pelaku sering mengganti identitas dan tempat tinggal untuk menghindari pelacakan.
Beberapa dari mereka juga merupakan residivis kasus serupa di provinsi lain.
Kombes Hadi Wahyudi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat menggunakan mesin ATM, terutama jika mengalami kendala teknis.


