Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Pria di Kalsel Jual Miras Berkemasan Mahal, Isinya Oplosan

Shoppe Mall

Solok – Pria di Kalsel Jual Seorang pria di Kalimantan Selatan (Kalsel) diamankan polisi setelah kedapatan menjual minuman keras (miras) berkemasan mewah yang ternyata berisi minuman oplosan. Kasus ini sontak menghebohkan warga setempat karena pelaku memanfaatkan botol-botol miras impor untuk menipu pembeli dan meraup keuntungan besar.

Kedok Miras Mewah Terbongkar

Pria di Kalsel Jual
Pria di Kalsel Jual

Baca Juga :  Mobil Perias Pengantin Tertabrak KA Batara Kresna di Begajah Sukoharjo

Shoppe Mall

Pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat yang curiga dengan harga miras “impor” yang dijual pelaku. Meski tampilannya meyakinkan dengan botol berlabel internasional, harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari pasaran. Kecurigaan itu kemudian dilaporkan ke aparat kepolisian.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi menemukan aktivitas mencurigakan di rumah pelaku yang berada di salah satu kawasan padat penduduk. Saat digerebek, petugas mendapati puluhan botol miras berbagai merek terkenal yang ternyata sudah diisi ulang.

Diisi Campuran Oplosan

Dari pemeriksaan awal, polisi mengungkap bahwa botol-botol tersebut diisi dengan campuran miras oplosan yang dibuat sendiri oleh pelaku. Bahan-bahan oplosan terdiri dari alkohol industri, minuman berwarna, serta sejumlah bahan tambahan lain yang belum diketahui kandungannya.

Campuran itu lalu dituangkan ke dalam botol-botol bekas miras mahal yang sebelumnya dikumpulkan atau dibeli dari berbagai sumber. Setelah ditutup dengan rapi dan disegel ulang, botol tersebut terlihat seperti produk asli sehingga banyak pembeli tertipu.

Pelaku Raup Keuntungan Besar

Pelaku yang berusia sekitar 30-an tahun ini mengaku sudah menjalankan aksinya selama beberapa bulan. Ia memanfaatkan tren miras impor yang digemari sebagian kalangan muda. Dengan modal murah dan kemasan yang meyakinkan, pelaku mampu menjual setiap botol dengan harga berkali-kali lipat dari biaya produksinya.

Polisi menyebut keuntungan yang diperoleh pelaku cukup besar karena permintaan miras kemasan premium di wilayah tersebut memang tinggi. Hal inilah yang membuat modus pelaku berjalan mulus sebelum akhirnya terungkap.

Barang Bukti Disita

Saat penggerebekan, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya:

  • Puluhan botol miras berbagai merek terkenal,

  • Cairan alkohol berbagai jenis,

  • Pewarna dan bahan tambahan untuk oplosan,

  • Peralatan pengisian ulang,

  • Karton dan segel palsu yang digunakan untuk mengemas miras.

Seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolres untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.

Ancaman Bagi Kesehatan Pembeli

Polisi menegaskan bahwa miras oplosan memiliki risiko tinggi bagi kesehatan. Kandungan alkohol yang tidak terukur, campuran kimia, dan ketidaksterilan proses pembuatan bisa menyebabkan keracunan bahkan kematian.

“Ini sangat berbahaya. Pembeli tidak tahu apa yang mereka konsumsi, dan itu bisa mengancam nyawa,” ujar salah satu pejabat kepolisian.

Pihak kepolisian juga berencana menggandeng instansi kesehatan untuk melakukan uji laboratorium guna mengetahui kadar dan kandungan pasti dalam oplosan tersebut.

Pelaku Terancam Hukuman Berat

Pelaku kini ditahan dan akan dijerat dengan sejumlah pasal terkait peredaran minuman keras ilegal, penipuan, serta pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara bertahun-tahun.

Polisi juga masih mendalami apakah pelaku memiliki jaringan pemasok bahan oplosan atau distributor botol bekas yang digunakan dalam aksinya.

Imbauan untuk Masyarakat

Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati membeli produk miras, terutama yang dijual dengan harga tidak wajar. Masyarakat juga diminta segera melapor jika mengetahui adanya kegiatan mencurigakan yang berkaitan dengan produksi atau penjualan barang berbahaya seperti miras oplosan.

Dengan pengungkapan ini, aparat berharap kasus serupa tidak kembali terjadi dan masyarakat semakin waspada terhadap maraknya praktik penipuan yang mengancam keselamatan.

Shoppe Mall