Solok – terjadi insiden mencengangkan di Kota Solo, Jawa Tengah, di mana seorang sopir bank membawa kabur uang tunai senilai Rp 10 miliar.

Baca Juga : Prabowo Rombak Kabinet Purbaya Gantikan Sri Mulyani
Di saat itulah A memanfaatkan kelalaian, dan membawa kabur mobil operasional bank yang sudah berada di lokasi bersama uang tunai.
Setelah membawa kabur uang, tersangka melarikan diri dan selama sepekan menjadi buron.
A sudah menjadi pegawai alih daya Bank Jateng sejak 2018, sehingga telah mengetahui prosedur kerja dan jalur pengambilan uang tunai.
Waktu kejadian pengambilan ketiga sekira pukul 12.20 WIB, di area Bank Jateng Solo.
Setelah kabur iniĀ ke Jogja (Gunungkidul), A tinggal di rumah yang dibelinya sendiri di Desa Giriwungu.
Penangkapan A mendapat perhatian publik luas, karena uang tersebut milik bank pelat merah dan jumlahnya sangat besar.
Bank Jateng menegaskan bahwa uang yang dibawa kabur tersebut adalah dana likuiditas, persiapan menghadapi masa penggajian, sehingga penting bagi operasional bank
Ketika berita mencuat, pihak bank segera melaporkan ke polisi agar proses hukum dapat berjalan.
Penemuan mobil ini operasional tanpa uang di dalamnya menunjukkan bahwa pelaku telah memindahkan uang ke tempat lain sebelum mobil ditinggalkan.
Polisi mengamankan iniĀ barang bukti tambahan seperti mobil, beberapa motor, serta HP-HP yang digunakan oleh pelaku.
Selama pelarian, pelaku sempat menggunakan jasa sopir taksi online sebagai sarana untuk berpindah-pindah tempat persembunyian.
Ketika ditangkap, A tidak melakukan perlawanan, menunjukkan bahwa penangkapan berjalan relatif mulus
Identitas saksi yang melihat kejadian awal juga diperiksa oleh polisi, termasuk rekan pengambil uang dan petugas pengawal
Pengusutan kasus ini menyoroti pentingnya prosedur dan pengawasan terhadap pengangkutan uang dalam jumlah besar oleh bank, terutama saat menggunakan kendaraan operasional.
Masyarakat pun bereaksi, banyak yang mempertanyakan bagaimana keamanan dan akuntabilitas internal bank dalam pengelolaan dana tunai.
Pihak kepolisian menyebut bahwa meskipun jumlah uang yang dibawa kabur sangat besar, kerugian yang dialami bank jadi lebih kecil






