Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Trump Ingin Pindahkan Semua Warga Gaza dan Jadikan Pusat Pariwisata

Shoppe Mall

Solok – Trump Ingin Pindahkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengusulkan rencana ambisius yang kontroversial: memindahkan seluruh warga Gaza dan mengubah wilayah itu menjadi pusat pariwisata bertema “Riviera of the Middle East.”

Trump Ingin Pindahkan
Trump Ingin Pindahkan

Baca Juga : JK Harap Pengembang Real Estat Bangun Masjid

Shoppe Mall

Pemilik tanah di Gaza akan menerima token digital sebagai kompensasi dari hak atas properti mereka.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyebut Gaza sebagai “situs perusakan” dan menyarankan pemindahan penduduk ke “daerah indah di Timur Tengah” seperti Mesir atau Yordania.

Ia juga meragukan kemungkinan kembalinya warga ke Gaza, karena akan memakan waktu bertahun-tahun sebelum properti kembali layak huni.

Menyusul protes internasional, Sekretaris Negara AS Marco Rubio menyatakan bahwa pemindahan itu bersifat sementara dan bukan aksi militer.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres memperingatkan bahwa skema semacam itu dapat digolongkan sebagai ethnic cleansing dan bertentangan dengan hukum internasional.

Pemerintah Mesir dan Yordania menolak keras usulan pemindahan penduduk, menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap solusi dua negara dan stabilitas regional.

Sejarah mencatat bahwa pemindahan massal seperti ini pernah mengakibatkan penderitaan serius, bukan solusi—sering kali menimbulkan konflik baru.

ini Palestina—baik Hamas maupun Otoritas Palestina—menentang rancangan ini secara total, menyebutnya agresif dan perampasan.

Bahasa seperti “resettlement” atau “voluntary” dianggap manipulatif, karena tidak jelas apakah pemindahan benar-benar atas dasar kesepakatan penuh.

ini Beberapa analis politik memandang ini sebagai langkah Trump yang dipengaruhi oleh latar belakang bisnis real estat, lebih berpikir sebagai transaksi properti daripada transformasi sosial.

Perkiraan investasi mencapai US$100 miliar, yang diharapkan kembali empat kali lipat dalam sepuluh tahun.

Bahkan, beberapa wilayah alternatif seperti Libya (Libya, Puntland, Somaliland) disebut-sebut sebagai tempat penampungan permanen, meski banyak dari mereka menolak

Dalam ini pernyataan belakangan, Trump agak meredam retorika soal pembuangan massal, menyebut tidak akan memaksa siapa pun pindah.

ini Namun para pemimpin Arab tetap skeptis atas klaim tersebut dan mempertahankan posisi penolakan terhadap pemindahan penduduk

Shoppe Mall