Solok – Wali Kota Solok Di ruang rapat yang dipenuhi sorotan mata dan harapan baru, Wali Kota Solok, Zul Elfian Umar, melantik 18 pejabat struktural pada Jumat pagi (tanggal sesuai pelantikan). Tapi ini bukan sekadar seremoni mutasi jabatan biasa. Ada pesan kuat yang ditegaskan Wali Kota: “Jabatan bukan hadiah, tapi amanah. Integritas dan kompetensi adalah harga mati.”
Dalam suasana yang khidmat namun penuh semangat, pelantikan itu diwarnai ajakan reflektif kepada para pejabat yang baru diambil sumpahnya. Zul Elfian tak ingin para pemegang jabatan hanya hadir sebagai pengisi kursi, melainkan sebagai motor penggerak perubahan di birokrasi Kota Solok.
18 Pejabat, 1 Visi: Melayani Lebih Baik

Baca Juga : Sedekah Subuh di SDN 05 Kampung Jawa, Dari Siswa untuk Siswa
Dari kepala dinas hingga sekretaris dan kabid, 18 wajah baru ini d1iharapkan membawa energi segar ke dalam sistem pemerintahan daerah. Wali Kota menegaskan bahwa rotasi dan promosi dilakukan bukan semata karena “senioritas”, tetapi berdasarkan rekam jejak dan potensi.
“Birokrasi harus adaptif, cepat, dan bersih. Siapapun yang dilantik hari ini harus mampu membuktikan bahwa mereka layak dan bisa diandalkan,” ujar Zul Elfian dalam pidatonya.
Ia juga mengingatkan bahwa jabatan bukan zona nyaman. Justru, tantangan di depan kian kompleks, apalagi dengan meningkatnya harapan masyarakat akan pelayanan publik yang transparan dan responsif.
Integritas: Pondasi Utama Seorang Aparatur
Lebih dari sekadar kinerja teknis, Wali Kota menekankan pentingnya integritas—nilai yang menjadi pondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.
“Pejabat yang hebat bukan yang pandai berbicara, tapi yang konsisten antara ucapan dan perbuatan. Jangan pernah khianati sumpah jabatan,” tambahnya.
Pesan ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, tuntutan masyarakat akan birokrasi yang bersih dan profesional semakin tinggi. Pemerintah Kota Solok pun mencoba menjawabnya lewat sistem rekrutmen dan mutasi yang lebih objektif dan berbasis merit.
Bukan Titipan, Tapi Tanggungan
Wali Kota juga menyampaikan bahwa dalam proses seleksi, tidak ada ruang untuk “titipan” atau intervensi kepentingan politik. Semua pejabat yang dilantik telah melalui proses evaluasi yang ketat.
Pernyataan ini disambut baik oleh berbagai kalangan, karena mencerminkan komitmen Pemkot Solok dalam menjaga profesionalisme ASN dan menjauhkan birokrasi dari praktik transaksional.
Harapan Warga, Tanggung Jawab Pejabat
Pelantikan ini bukan hanya momentum bagi pejabat yang baru dilantik, tetapi juga sinyal bagi masyarakat bahwa perubahan birokrasi terus berjalan. Pejabat bukan figur simbolik, tapi pelaksana harian dari harapan-harapan warga.
Ke depan, Pemkot Solok menargetkan percepatan pelayanan, efisiensi anggaran, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat sebagai fokus utama kerja aparatur.






