iNews Solok – Pemerintah mengungkap penyebab harga minyakita naik dalam beberapa waktu terakhir. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa lonjakan harga terjadi karena tingginya serapan minyak goreng rakyat untuk program bantuan pangan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5163171/original/013034900_1741956628-IMG-20250314-WA0021.jpg)
Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pemerintah mengalokasikan Minyakita dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan bantuan sosial. Penyaluran ini bertujuan menjaga ketahanan pangan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. Namun, tingginya penyerapan tersebut berdampak langsung pada berkurangnya pasokan di pasar umum.
Baca Juga :Solok Antisipasi El Nino di Sektor Pertanian
Akibat kondisi ini, distribusi Minyakita ke sejumlah daerah menjadi terbatas. Pedagang dan konsumen merasakan dampaknya melalui kenaikan harga di tingkat eceran. Pemerintah terus memantau situasi ini agar tidak menimbulkan gejolak yang lebih luas di masyarakat.
Dalam keterangannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah akan segera mengambil langkah untuk menstabilkan pasokan. Upaya tersebut meliputi penambahan distribusi serta pengawasan ketat terhadap jalur penyaluran agar tetap tepat sasaran. Pemerintah juga memastikan bahwa kebutuhan bantuan pangan tetap terpenuhi tanpa mengganggu ketersediaan di pasar.
Fenomena harga minyakita naik ini menjadi perhatian serius karena minyak goreng merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Stabilitas harga sangat penting untuk menjaga daya beli dan kesejahteraan warga, terutama di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan distribusi Minyakita dapat kembali normal sehingga harga di pasaran bisa stabil dalam waktu dekat.






